No menu items!

Cara Agar Tanaman Padi Tidak Dimakan Tikus dan Panen Melimpah

-

Cara Agar Tanaman Padi Tidak Dimakan TikusTerdapat beragam cara agar tanaman padi tidak dimakan tikus yang sudah diterapkan oleh petani. Hasilnya pun cukup menggembirakan. Lantas, sudahkah kamu mengetahuinya?

Sebagai petani padi, kamu tentu ingin tanaman padi kamu aman dari tikus. Pasalnya, hama yang satu ini kerap kali menyebabkan gagal panen.

Betapa tidak, tikus bisa menyerang kapan saja. Baik itu pada fase vegetatif mau pun fase generatif. Artinya, risiko merusak tanaman padi cukup tinggi.

Sekedar informasi, tikus adalah hewan pengerat yang membenci bau menyengat dan lahan yang lapang dan bersih. Nah agar padi kamu aman dari tikus, mengenali sifat tikus akan memudahkan dalam mengendalikannya. Berikut ini cara-cara yang bisa kamu praktikkan. 

Teknik PHTT

Apa itu teknik PHTT? Teknik ini disebut dengan Teknik Pengendalian Hama Tikus Terpadu. Disebut terpadu karena melibatkan berbagai macam aspek. Jadi, perlakuan tidak hanya pada tikus saja tapi juga tanaman padi kamu bagaimana caranya agar tikus tidak betah bersarang di sana.

Sarang tikus biasanya berupa tempat-tempat yang sempit, kotor, dan gelap. Maka, cara agar tanaman padi tidak dimakan tikus adalah dengan kamu membuat lahan padi kamu tidak disukai tikus. 

Agar tidak terlalu sempit, buatlah jarak tanam padi dengan sistem jajar legowo dengan ukuran 20 x 40 cm, atau 20 x 35. Ruang lebar di sela tanaman padi tidak akan disukai tikus. 

Bersihkan gulma padi secara rutin. Bisa dibersihkan manual ataupun dengan herbisida. Selain itu, buat pematang sawah yang sempit (30 cm) agar tikus enggan membuat sarangnya di sana. 

Area pematang juga harus bersih dari rumput. Jika perlu, gunakan teknik gropyokan tikus sebelum tanam padi agar ketika tanam padi, populasi tikus menurun drastis.

Kamu juga harus tahu bahwa tikus itu takut dengan musuh alaminya. Ular dan burung hantu adalah contohnya. Maka, jika kamu ingin padi kamu bebas tikus, hindari membunuh ular yang hidup di area persawahan.

Burung hantu alba sekarang ini juga sudah digunakan sebagai predator alami tikus di area tanaman padi. Kamu bisa bekerja sama dengan PPL setempat bagaimana mendapatkan burung hantu alba ini. 

Namun demikian, tikus ini hewan yang perkembangbiakannya cepat sehingga cara agar tanaman padi tidak dimakan tikus dengan teknik PHTT di atas kurang maksimal. Di tengah populasi yang makin meningkat, kamu mesti menggunakan rhodentisida dan pestisida. 

Rhodentisida dan Pestisida

Rhodentisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama tikus. Mudahnya, rhodentisida adalah racun tikus.  

Daya tarik umpan atau racun menjadi kunci keberhasilan teknik ini. Pilihlah rhodentisida yang memiliki bentuk luar dan tekstur yang disukai tikus. Untuk rhodentisida cair bisa dicampur dengan ketela atau buah lain yang biasanya di tanam di sawah tersebut.

Adanya rhodentisida tidak lantas membuat semua tikus mau makan umpan tersebut. Sekali dua kali, tikus masih mau memakan umpan, tapi tikus bisa mengenali umpan tersebut jika kamu memberikannya terus menerus. 

Jika cara agar tanaman padi tidak dimakan tikus dengan rhodentisida tidak berhasil, kamu bisa menggunakan pestisida. 

Nah, pestisida kali ini tidak perlu membeli sehingga kamu bisa menghemat biaya produksi. Ada pestisida alami dan ampuh yang bisa gunakan. Jengkol bisa digunakan sebagai pestisida karena baunya yang menyengat. Perlu diingat, tikus tidak suka bau.

Caranya, kupas jengkol rendam dalam air dengan perbandingan 1 kg  jengkol : 10 liter air selama sehari semalam. Lalu semprotkan pada tanaman padi kamu.

Bahan lain yang bisa kamu gunakan adalah cabai. Caranya, cabai ditumbuk sampai halus, lalu rendam selama 12 jam. Saring rendaman cabai yang sudah kamu buat, dan langsung bisa diaplikasikan ke tanaman padi.

Menangani tikus memang tidak mudah. Diperlukan usaha yang kompak antar petani padi dan beragam cara agar tanaman padi tidak dimakan tikus. Dengan mempraktikkan teknik-teknik di atas, niscaya tanaman padi kamu aman dari tikus sehingga panen bisa melimpah.

5/5 - (1 vote)

Share this article

Artikel Terbaru

Kategori

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Recent comments